Jalan
Ada sebuah jalan di
kotaku yang aku sukai. Jalan itu adalah jalan lurus ke barat setelah Perempatan Demangan. Jalannya sangat lebar .
Selain lebar, Ia juga satu arah. Bila kita berjalan dari perempatan Demangan,
kita akan melihat salah satu bioskop terkenal di kotaku di sisi kiri jalan. Di
sisi kanan jalan, kita akan melihat beberapa perkantoran. Suasana yang dibangun
teduh.
Semakin kita masuk
kedalam, kiri dan kanan jalan agak sedikit berbeda. Suasana teduh berubah tanpa
terasa. Toko-toko muncul di kanan dan kiri jalan. Jika kita lebih memperhatikan kanan jalan,
kita akan melihat satu atau dua hotel megah yang tumbuh membaur dengan
pertokoan di sampingnya. Seandainya kita lebih suka menengok sisi kiri, kita
akan melihat ruko-ruko yang sejajar dan bertingkat.
Ya, toko-toko di jalan
itu biasanya adalah ruko-ruko yang bertingkat walau tidak semuanya. Namun, kau
tidak akan menyadari itu dengan cepat. Lantai kedua setiap ruko biasa telah
terisi oleh papan nama toko dibawahnya.
Hmm… kau pasti bertanya
apa yang menarik dari semua itu ?
Hal yang menarik adalah ruko-ruko sejajar
tersebut merupakan bangunan lama. Aku masih bisa melihat lumut kering dan lama
saat melihat lantai kedua ruko. Atap-atap ruko itu pun terlihat seirama sehingga
orang dapat beranggapan ruko-ruko ini dibangun bersama-sama.
Marilah kita kembali
membahas jalan tersebut…
Saat kau berada di
pertengahan jalan tersebut dan berada terdapat sebelum ruko-ruko sejajar, kau
akan melihat dua persimpangan jalan. Kau akan melihat bahwa daerah ruko-ruko
tersebut terasa membentuk segitiga. Mereka menyempit di ujung tempat kamu
berdiri dan melebar saat kau berada di ujung jalan selanjutnya.
Ujung jalan yang
menyempit dan ruko-ruko kuno itu mengingatkanku pada suatu jalan di Inggris.
Aku tak lupa nama jalan itu. Jalan itu pun teringat hanya seperti siluet cahaya
yang datang samar-samar. Aku pun telah lupa-lupa ingat melihat jalan itu dari
mana. Televisi adalah hal yang paling mungkin. Jalan itu sepertinya berhubungan
dengan The Beatles.
Mungkin orang akan
berfikir ini berlebihan. Tak apalah…
Memang jalan ini sangat berbeda… Aku pernah memasuki daerah belakang ruko-ruko
itu. Seperti dugaanku, Aku kecewa. Bagian belakang pertokoan hanya seperti
bagian pertokoan yang biasa tapi aku suka sensasi rumah perkotaan kecil dengan
keteduhan pepohonan yang ditawarkan di kiri jalan.
Apapun itu siluet
ingatan dan jalan itu telah membuatku merasa sangat senang…
