Rabu, 30 Maret 2016

Serpihan Masa Lalu

"Ah....orang sepertiku apa akan bisa melalui ini semua..."

Di suatu jalan, seorang wanita dewasa mengendari motornya dengan sedikit linglung. Ada ketertarikan yang dirasakan wanita itu setiap kali bis-bis atau truk melaju dari arah berlawanan. Sedikit putus asa, sedikit kemarahan, sedikit kesedihan bercampur di hatinya. 
Pikirannya tidak membantu menenangkan hatinya. Kilasan-kilasan hidupnya justru muncul di hadapannya. Kilasan-kilasan buruk.
--#--
          "Kamu itu aneh".
           "Kamu itu paling berbeda dari saudara-saudaramu".
--#--
Sebuah ruangan berisi banyak mahasiswa termasuk wanita itu. Didepan ruangan tampak seorang pria hampir tua yang menjelaskan syarat kelulusan suatu universitas. Wanita dan mahasiswa yang lain tampak serius mendengarkan. Wajah wanita itu tampak sedikit cemas.
--#--
           "Kamu itu harus berfikir dan bertindak seperti orang pada umumnya".
--#--
Seorang pria separuh baya yang mengenakan kemeja putih berdiri di suatu depan ruang sidang. Dia tengah mempresentasikan tugas akhir kuliah S2nya. Di hadapan pria itu, tiga pria paruh baya lain yang berprofesi sebagai dosen duduk. Ketiga pria itu tampak hanya sesekali melihat presentasi pria separuh baya didepannya. Mereka lebih tertarik pada sebendel laporan tugas akhir pria paruh baya itu.

Di belakang dosen-dosen itu, banyak mahasiswa termasuk wanita dewasa itu duduk dengan tenang. Sebagian dari mereka terlihat kagum pada pria paruh baya itu. Sebagian lagi dari mereka terlihat lebih memperhatikan dosen-dosen di depannya bila dilihat lebih seksama. Sebagian lagi tampak sibuk dengan laptopnya sendiri.
--#--
         “Dia bilang dia tidak pernah mengatakannya. Mungkin kamu yang salah paham".
--#--
        "Bagaimana program anda ?" ujar salah satu dari tiga dosen sebelumnya berpapasan dengan wanita itu di tangga depan ruangan perkuliahan. Wajah wanita itu langsung tertunduk. Tergagap, wanita itu menjawab.
--#--
Aku tak boleh seperti ini, batin wanita itu. Fokus-fokus, kamu bisa, ujarnya lagi. Sebentar lagi, sebentar lagi, tesis ini akan selesai juga. Wanita itu pun mencoba kembali fokus pada jalan yang dilaluinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar